Polip Rahim (Kandungan, Kesuburan)

| December 19, 2012 | 0 Comments

Polip Rahim (Kandungan, Kesuburan)

Deskripsi

Polip Rahim Kandungan Kesuburan Polip Rahim (Kandungan, Kesuburan)

Polip Rahim (Kandungan, Kesuburan)

Polip uterus atau polip rahim merupakan daging tumbuh yang melekat pada dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke dalam rongga rahim. Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan bisa berujung pada pembentukan polip uterus. Ukuran polipnya bervariasi, mulai beberapa milimeter atau tak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Seorang wanita bisa memiliki satu polip rahim atau lebih. Polip-polip ini biasanya terkandung di dalam rahim Anda, tetapi terkadang polip-polip ini bisa juga ke dalam vagina Anda lewat pembukaan rahim. Meskipun polip rahim bisa muncul pada wanita muda, polip rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 40-an dan 50-an.

Penyebab

Meskipun penyebab pasti dari polip rahim ini tidak diketahui, faktor hormonal tampaknya memainkan peran penting. Polip uterus sendiri bersifat sensitif terhadap hormon estrogen yang berarti bahwa cara polip ini menanggapi estrogen sama dengan respon lapisan rahim Anda terhadap hormon tersebut.

Gejala

1. Pendarahan menstruasi yang tidak teratur, misalnya sering mengalami periode menstruasi yang lama namun tidak terduga 2. Mengalami pendarahan sebelum periode menstruasi 3. Periode menstruasi yang terlalu lama 4. Pendarahan pada vagina setelah menopause 5. Kemandulan Polip rahim bisa terjadi sebelum atau setelah menopause. Namun polip yang muncul sebelum menopause biasanya hanya memunculkan gejala pendarahan ringan atau bercak.

Pengobatan

1. Polip yang kecil dan tanpa gejala bisa hilang dengan sendirinya 2. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti progestin dan terapi pelepasan gonadotropin hormon agonis (GnRH agonist) 3. Kuret 4. Operasi 5. Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim Meskipun polip rahimnya telah dihilangkan, namun polip ini bisa kambuh kembali sehingga setiap wanita yang mengalaminya bisa saja menjalani pengobatan lebih dari sekali.

Sumber: MayoClinic

Category: Uncategorized

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *